Ketika malam mulai hadir, ketika sebagian insan manusia
mulai beristirahat. Aku masih sibuk bergulat dengan hati dan fikiran. Aku
mencoba melawan itu dengan sekuat tenaga, mencoba memejamkan mata dengan
tenang. Tapi , ahh.. tetap saja aku
tidak bisa. Aku mulai membenci hal ini aku tidak suka! Ya aku memang tidak
suka! Aku bisa menahan segala rasa sakit dan takut ku, tapi.. mengapa hal ini
tidak bisa? RINDU; Hah.. kata sederhana
memang tapi berjuta rasa.
Apa? Lagi-lagi aku merindukan mu?
Apa? Lagi-lagi aku merindukan mu?
Aku tau aku salah, aku tau aku
bukan perempuan kuat yg dapat menahan ini, tapi sungguh aku juga tidak tahu
mengapa hal itu kembali hadir?
Kamu tidak tau kan? Betapa tersiksanya aku dengan perasaan ini?
Kamu tidak tau kan? Betapa aku menderita dengan hal ini?
Kamu tidak tau kan? Ketika aku mulai rindu, aku mencoba menghubungi mu walau hanya lewat pesan singkat ku
Kamu tidak tauu kan? Betapa aku berharap dapat bermanja-manja dengan mu?
Tapi kamu juga tidak tau kan? Betapa sedihnya aku ketika sikap mu mulai dingin seperti udara malam.
Kamu juga tidak tau kan? Betapa aku menyembunyikan semua ini?
Kamu juga tidak tau kan? Aku tidak kuasa untuk mengatakan bahwa aku benar-benar rindu padamu malam ini!
Kamu tidak tau juga? Bahwa aku hanya ingin berbincang dengan mu sampai aku dapat terlelap.
Kamu juga tidak tau kan? Dalam hati aku hanya ingin menatapmu, itu lebih dari cukup!
Kamu juga pernah tau? Bagaimana perasaanku ketika rasa rindu itu datang menggebu.. tapi, aku sulit menghubungimu!
Kamu juga tidak pernah tau kan? Bagaimana cemasnya aku? Bagaimana aku harus sampai menahan sesaknya didada?
Iya sayang.. kamu memang tidak pernah tau! Kalau aku katakan “aku merindukan mu” dalam hati jauh ku katakan “Sungguh, aku sangat merindukan mu saat ini, apa bisa kita berbincang sejenak?”
Ahh.. sudahlah aku tak kuasa untuk mengatakannya, kamu cukup membalas pesan singkat ku dengan kata Iya, Oh, Enggak, Yaudah dan kata singkat yang lain pun itu sudah cukup bagiku.
Kamu tidak tau kan? Betapa tersiksanya aku dengan perasaan ini?
Kamu tidak tau kan? Betapa aku menderita dengan hal ini?
Kamu tidak tau kan? Ketika aku mulai rindu, aku mencoba menghubungi mu walau hanya lewat pesan singkat ku
Kamu tidak tauu kan? Betapa aku berharap dapat bermanja-manja dengan mu?
Tapi kamu juga tidak tau kan? Betapa sedihnya aku ketika sikap mu mulai dingin seperti udara malam.
Kamu juga tidak tau kan? Betapa aku menyembunyikan semua ini?
Kamu juga tidak tau kan? Aku tidak kuasa untuk mengatakan bahwa aku benar-benar rindu padamu malam ini!
Kamu tidak tau juga? Bahwa aku hanya ingin berbincang dengan mu sampai aku dapat terlelap.
Kamu juga tidak tau kan? Dalam hati aku hanya ingin menatapmu, itu lebih dari cukup!
Kamu juga pernah tau? Bagaimana perasaanku ketika rasa rindu itu datang menggebu.. tapi, aku sulit menghubungimu!
Kamu juga tidak pernah tau kan? Bagaimana cemasnya aku? Bagaimana aku harus sampai menahan sesaknya didada?
Iya sayang.. kamu memang tidak pernah tau! Kalau aku katakan “aku merindukan mu” dalam hati jauh ku katakan “Sungguh, aku sangat merindukan mu saat ini, apa bisa kita berbincang sejenak?”
Ahh.. sudahlah aku tak kuasa untuk mengatakannya, kamu cukup membalas pesan singkat ku dengan kata Iya, Oh, Enggak, Yaudah dan kata singkat yang lain pun itu sudah cukup bagiku.
Sudahlah, aku mulai lelah ketika rasa RINDU itu datang, yaa
harusnya memang kamu tau, tapi kamu memang tidak tahu. Dan kamu tidak pernah
tau…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar